Sunday, October 23, 2011

RD Johanes Krisostomus Taus: Perak Imamat dalam kerendahan hati

Kemarin, 21 Oktober 2011, Romo Krist Taus merayakan Pesta perak Imamatnya di Stasi Gregorius Agung Oemofa - Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Romo Kris merupakan salah satu Pastor Paroki Bunda Orang Miskin Noelmina, yang secara khusus berpastoral di Stasi Oemofa ini, sejak enam tahun yang lalu.

menari TEBE

I. A Medah memberikan sambutan

Yubularis, Romo Kris, disalami banyak umat

Dua puteri usai menari dalam Perayaan Ekaristi
Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10 pagi waktu setempat. Banyak undangan datang dari Kupang. Para imam konselebran bersama Yubilaris disambut dengan Natoni adat dan tarian Maekat, sebelum berarak menuju panti imam. Misa dipimpin oleh Yubilaris sendiri dengan khotbahnya yang jenaka. Menurut rencana Uskup Agung Kupanglah yang hendak memimpin perayaan ini, akan tetapi karena Yang Mulia masih berada di Jakarta, maka Romo Kris sendiri lantas menjadi Selebran Utama.

Dalam khotbahnya, Romo Kris merefleksikan kembali perjalanan imamatnya selama 25 tahun silam. Moto yang dipilihnya adalah RahmatKU cukup bagimu. Bagi Romo Kris kehidupan Imamat banyak suka dukanya. Seperti mengadakan sebuah perjalanan, kadang ia harus melewati jalan berkerakal, licin, curam, terjal, tetapi tak jarang pula ia melewati jalanan tol mulus berhotmix. Ada banyak hal yang bisa saja membuat imam jadi serba salah dalam hubungan dengan umat gembalanya. Akan tetapi menurut Romo Kris asalkan seseorang memiliki kerendahan hati, dan keyakinan bahwa Rahmat Tuhan cukup baginya, segala sesuatu menjadi nyaman dihayati dan dilaksanakan.

Sebelum makan siang bersama, ada acara sambutan-sambutan. Ketua Panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini. Pak Ibrahim A Medah, ketua DPRD kab Kupang berbicara sebagai seorang teman dekat Romo Kris. Menurut Pak Ibrahim, Romo Kris adalah sosok pemimpin yang sangat rendah hati. Seorang wakil keluarga turut menyampaikan kata hatinya kepada undangan dan kepada Romo Kris, menyatakan bahwa mereka akan teus mendukung Romo dalam perjalanan imamatnya. Tak ketinggalan pula, Camat Amabi Oefeto Timur menyatakan terimakasih atas kerjasama Romo dengan pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Amabi Oefeto Timur.
Perayaan misa ini dimeriahkan oleh Koor dari anggota kerabat Romo Kris, juga dua koor dari gereja Kristen Protestan setempat.

Setelah makan siang, acara menari bersama pun digelar. Seperti biasa tarian khas NTT , secara bergantian dihadirkan: Jai, Tebe, Bonet dan Bidu, tak ketinggalan pula Cha-cha. Banyak orang ikut menari sambil menanti Bapak Uskup, yang berjanji akan langsung ke Oemofa setelah tiba di bandara Eltari Kupang.

Jam dua siang, ketika kami beranjak keluar dari tempat perayaan, barulah mobil Pajero milik Bapak Uskup tiba. Perayaan hari itu, saya pikir, akan terus berlanjut hingga keseokan harinya.

Proficiat Romo Kris!

Saturday, October 22, 2011

Bersaksi Di Tengah Badai


Tahbisan itu satu rahmat. Dengan ditahbiskan menjadi imam, berarti ia (baca:imam) siap menjadi pelayan umat. Untuk menjadi pelayan umat dibutuhkan persiapan diri yang matang. Persiapan ini dilakukan ketika masih dalam taraf pendidikan yakni sebagai mahasiswa. Dalam masa pendidikan, pola pikir kreatif mulai diasah untuk menemukan nilai kebebasan dalam dirinya. Inilah model pendidikan yang membebaskan. Tidak mengekang kreatifitas para calon pelayan umat. 
Ini berarti peran pendidik (dosen) dan pembina di lembaga pendidikan menjadi sangat penting. Pola pembinaan yang otoriter akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan karakter seseorang. Pola pembinaan dan pendidikan yang ototriter adalah hambatan besar dalam membentuk karakter seorang calon pelayan publik. ‘Ketika dosen atau pembina menganggap diri atau dianggap sebagai satu-satunya otoritas kebenaran dalam ruang kuliah, maka otomatis kekuatan kritis dan  dialogue culture tidak akan berjalan. Pada titik ini mahasiswa hanya boleh tunduk buta di hadapannya. Melawan otoritas akan diancam  sejenisnya.’ (Serv. Salvano Jaman, Mahasiswa dan Komitmen Politik, PK. Jumat, 22/5/2009).

Wednesday, October 19, 2011

Merenungkan pelayanan kita

Bila Anda melakukannya untuk mendapatkan nafkah itu PEKERJAAN
Bila Anda melakukannya karena untuk Tuhan, itu PELAYANAN


Bila Anda keluar karena ada yang mengkritik, itu PEKERJAAN
Bila Anda terus bekerja sekalipun dikritik habis-habisan, itu PELAYANAN


Bila Anda berhenti karena tak ada yang berterimakasih, itu PEKERJAAN
Bila Anda terus bekerja walaupun tidak pernah dikenal siapapun, itu PELAYANAN


Bila Anda merasa semakin sulit menikmati yang Anda kerjakan, itu PEKERJAAN
Bila Anda semakin sulit untuk tidak menikmatinya, itu PELAYANAN


Bila yang Anda pikirkan itu adalah sukses, itu PEKERJAAN
Bila yang Anda pikirkan adalah kesetiaan, itu PELAYANAN


Gereja yang biasa-biasa saja dipenuhi oleh jemaat yang BEKERJA
Gereja yang luar biasa dipenuhi oleh orang-orang yang MELAYANI

Rm. Y Budi Hermanto, Pr
Pembina Komunitas ME Distrik IV Sby

Tuesday, October 18, 2011

Temu Bulanan Komunitas ME Keuskupan Agung Kupang

Minggu, 16 Oktober 2011, bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Komunitas Marriage Encounter (ME) Keuskupan Agung Kupang, mengadakan pertemuan bulanan. Kali ini pertemuan diadakan di Gereja Santu Gregorius Agung Oeleta, Kota Kupang.

Pertemuan ini diawali dengan misa bersama umat paroki Oeleta. Perayaan dipimpin oleh Romo Primus Taimenas, salah satu pastor Paroki Oeleta. Misa diiringi oleh koor dari kelompok ME. Yang menjadi organisnya adalah Bapak Koordinator ME sendiri, Bapak Herry Lawalu.

Usai perayaan ekaristi, sesudah basa-basi sejenak bersama umat, dan menyantap snack yang disediakan, agenda pertemuan segera dimulai. Pengacara Pasangan Goris dan Linda membuka kegiatan dengan menyapa seluruh pasutri yang hadir, lalu mempersilakan para pasutri untuk saling memuji dan saling membagikan pengalaman. Kesempatan berikutnya adalah presentasi dari dua pasutri. Pasangan Mery-Alex mensharingkan pengalaman mereka tentang bagaimana mereka mengelola keuangan keluarga. Bagi mereka terasa berat ketika membandingkan dengan keluarga lain yang seolah-olah terus berlimpah rejeki, keadaan ekonomi rumah tangga mereka seperti amat memprihatinkan. Sang suami kadang menaruh curiga pada istri yang mengatur keuangan, jangan-jangan ada yang disembunyikan.

Saturday, October 15, 2011

HOMILI dalam Konteks Pengalaman Akan ALLAH

Pengalaman akan Allah merupakan sebuah rahmat yang mengundang jemaat (pendengar) untuk memberikan tanggapan. Rahmat Allah ini akan memasuki hidup jemaat serta membebaskan dan membimbing jemaat untuk melakukan pertobatan. Dalam konteks ini, tugas pengkotbah adalah membantu jemaat untuk membuka diri mereka guna mengalami kehadiran Allah tersebut. 
Pengalaman akan Allah juga mengundang pendengar (jemaat) untuk memberikan tanggapan/jawaban. Pengalaman tersebut memberikan gairah dan daya kepada jemaat untuk mewujudkan tanggapan mereka dalam kehidupan konkret. Dalam konteks ini, nada homili hendaknya lebih bersifat undangan yang mengajak seluruh pendengar untuk memberikan tanggapan dengan penuh gairah, bukan bernada mewajibkan yang diwarnai oleh rasa bersalah (dari pihak pendengar).
Pengalaman akan Allah bersifat relasional, yang membantu jemaat untuk menyadari serta mengalami bahwa mereka berada dalam relasi dengan Allah sebagai landasan dari seluruh hidup mereka. Dalam konteks ini, pengkotbah hendaknya lebih memberikan perhatian pada relasi jemaat (dan pengkotbah) dengan Allah, daripada terus-menerus berbicara mengenai hakekat dan kodrat Allah, misalnya. (Siapa sesungguhnya yang mampu memahami secara pasti hakekat dan kodrat Allah?)


Pengalaman akan Allah sebagian besar terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang serba biasa. Pengalaman tersebut diperoleh melalui orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita, teman dan sahabat, orang-tua dan saudara-saudari, kenalan, orang-orang yang kita jumpai dan kita layani dalam perjalanan hidup kita. Pengalaman akan Allah dapat juga kita temukan dalam peristiwa kelahiran dan kematian, dalam hidup baru yang dibangun lewat perkawinan, kaul dalam hidup religius atau tahbisan. Juga dapat kita rasakan pengalaman akan Allah dalam musik, kesenian, olah-raga, rekreasi, seks, pekerjaan, kegiatan politik, perjalanan, pengampunan, memberi dan memohon maaf, dsb.
Dunia kita adalah tempat kediaman Allah; juga tempat di mana Allah masih terus bekerja keras untuk mewujudkan kerajaanNya. Hanya dengan mengenal situasi dan keadaan dunia, kita akan mengenal kehadiran Allah dan kerajaanNya. St. Ignasius dari Loyola berkata, “Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bertemu dengan Allah selain dunia kita”.
Dalam konteks ini, homili tidak pernah bermaksud untuk “mengambil” dan “menjauhkan” jemaat dari dunia tempat mereka hidup, sebaliknya homili justru harus membantu jemaat untuk menemukan dan mengalami kehadiran Allah di dunia mereka sekarang dan di sini.


Monday, October 10, 2011

Wisma Cempaka Putih: Seminari Tinggi KAJ

Seminari Tinggi Diosesan Projo Keuskupan Agung Jakarta bertempat di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat. Sore tadi temanku yang tinggal di sana menjemputku pergi.




Aku menjumpai sebuah tempat yang jauh dari gambaran seminari tradisional. Yang nampak dari jalan raya hanyalah sebuah gedung biasa tak jauh berbeda dari rumah penduduk sekitar. Tak ada papan nama. Hanya ada petunjuk no rumah. Seminari ini menempati dua nomor rumah.

Lima Tahun Mutiara Kasih: "Lahir, Tumbuh dan Berkembang"

Kemarin, setelah lelah menyusuri lalulintas Jakarta yang padat dari bandara hingga ke Kramat VII, akhirnya di pastoran Unio Indonesia, saya dan Romo Leo disambut oleh Ibu Agustin Hidayati. Kegerahan dan kecapaian siang ini segera sirna oleh keceriaan sambutan ibu ini. Sambil menyantap makan siang, Ibu Hidayati berbagi cerita tentang Yayasan Mutiara Kasih.

Tentang Yayasan ini, saya kutipkan sebuah buku, yang pada kesempatan itu juga dihadiahkan kepada saya.
Mutiara kasih adalah sebuah badan pelatihan nasional yang menyediakan tenaga pengasuh bayi/anak/lansia dan merawat orang sakit.

Thursday, October 6, 2011

SMS Berantai

SMS berikut muncul di kotak masuk saya: 
Hr ini 90 thn penampakan perawan Maria di Fatima. Ketika menerima ini katakan Salam Maria dan mintalah sesuatu. Jgn putuskan novena ini, kirimkan ke 12 org mberi 600 juta malaikat untuk menjagamu. Share ke 12 orang dekat hati Anda, anda akan menerima berita bagus dalam 10 menit.
 
Oke, saia share di sini saja.... Lebih banyak yang tahu. Ia khan? kalau lewat SMS yang untung malah operatornya.....

Kaum Muda: Berakar di Dalam Kristus


Kaum muda dewasa ini sedang menghadapi tantangan besar. Salah satu tantangan besar itu menurut Sri Paus dalam pesan  menyongsong hari kaum muda sedunia tahun 2011, ialah bahaya “sekularisme” dengan segala “-isme modern” sebagai antek-anteknya. Itu semua cenderung meminggirkan Tuhan dari kehidupan umat manusia, dengan menekankan serta menciptakan “surga” tanpa kehadiranNya. 

Menurut Sri Paus, inilah situasi dunia kita kini, yang diliputi “gerhana Tuhan” yang sungguh pasti, semacam “amnesia” (penyakit lupa) akan sejarah, sebuah penolakan akan Allah dan kristianitas, pengingkaran khazanah iman Kristen, sebuah penyangkalan yang bisa membawa kita (termasuk kaum muda) pada hilangnya jati diri kita yang paling dalam sebagai murid-murid Kristus. Di samping itu, ada juga segelintir kaum beriman (Kristen), yang walaupun tidak terpengaruh oleh godaan sekularisme itu, namun telah dengan sembrono membiarkan iman mereka tumbuh seadanya, yang berakibat buruk pada hidup kesusilaan mereka.

Tuesday, October 4, 2011

Rosario sebagai Doa Komunio



Rosario atau doa kontas merupakan sebuah doa yang paling lazim di kalangan orang Katolik, tapi juga masih yang paling sering disalahpahami. Orang-orang bukan katolik mengira bahwa Rosario adalah praktek pengulangan yang mubazir. Mereka bahkan menganggapnya sebagai bentuk penyembahan kepada Maria. Di pihak katolik sendiri, ada yang berpikir bahwa untaian kontas  mampu memberi kekuatan dan berfungsi sama seperti benda-benda sakti mandraguna. Ada juga yang berpikir, fungsi Rosario sekedar bukti identitas orang katolik, yang bisa memberikan gaya tertentu pada penampilan, dalam bentuk kalung dan cincin.
 
Sambil terus mendaraskan doa kontas kita di bulan Oktober ini mari kita renungkan kembali makna doa yang amat indah ini. Komunio yang saya maksudkan pada judul di atas adalah kebersamaan kita: persekutuan sebagai anggota Gereja, mulai dari dalam rumah tangga masing-masing, hingga gereja universal.

Inti doa Rosario ada di dalam hubungan yang hidup dan dinamis dengan Tuhan Yesus; keinginan untuk menghabiskan waktu bersama Dia. Dengan ini seseorang meleburkan dirinya dalam misteri hidup, wafat dan kebangkitan Yesus. Perenungan terhadap misteri-misteri ini memampukan kita untuk mengingat, mengenang dan menghayati inti dari Injil. Dengan mengenal kelimabelas peristiwa, tidak hanya dengan budi tapi terutama dengan hati, kita sanggup berjalan bersama Yesus, berdoa dan bertindak bersama Dia.

Sunday, October 2, 2011

Paroki Santu Petrus Sulamu, Sambut Imam Baru

Warga Paroki santu Petrus Sulamu bersukacita menyongsong kedatangan seorang imam baru di antara mereka. Romo Patrisius Tampani, Pr yang baru ditahbiskan 14 September 2011 yang lalu kini disongsong kedatangannya. Umat mempersiapkan acara penyambutan secara meriah di empat tempat. Pertama, di depan kapel Santu Petrus Laus, Nunkurus - Kupang Timur. Gapura pertama ini merupakan pintu masuk ke wilayah paroki Santu Petrus. Kedua di kapela Santa Maria Gunungtiga, desa Oelatimo. Berikutnya sebuah gapura lagi di Kapela Bipolo desa Bipolo. Dan gapura terakhir di depan Gereja Santu Petrus Sulamu, Pariti.
Di setiap gapura imam baru disambut dengan natoni adat dan kalungan selendang serta tari-tarian. Rombongan yang bergerak perlahan-lahan itu dikawal oleh vorrijder dari Polres Kabupaten Kupang.

Di depan Gereja Santu Petrus, Romo Patris yang diantar oleh keluarga, disambut oleh pastor paroki, Rm Kim Konis, dilanjutkan dengan doa bersama di dalam Gereja, dan makan siang bersama. Kegiatan ini, menurut Rm Kim sebenarnya direncanakan akan berlangsung pada pagi harinya, namun karena satu dan lain hal maka molor hingga ke jam 3 sore.

Perayaan Ekaristi penyambutan imam baru sekaligus pembukaan bulan Rosario, baru dilaksanakan pada pukul 18.00. Hadir dalam kegiatan penyambutan ini camat Sulamu dan beberapa pemimpin gereja Kristen denominasi lainnya di wilayah kecamatan sulamu.


Wilayah paroki Santu Petrus Sulamu meliputi sebagain wilayah Kecamatan Kupang Timur, seluruh wilyah kecamatan Sulamu, seluruh wilayah Kecamatan Fatuleu Barat dan sebagian wilayah kecamatan Amfoang Barat Daya di Kabupaten Kupang. Meskipun wilayahnya cukup luas, umatnya hanya sedikit. Di pusat paroki, Pariti, terdapat sekitar 80 KK. Kapela Gunungtiga misalnya hanya terdiri dari 18 KK. Wilayah yang paling jauh, seperti Manubelon, dan Oelbubuk, yang bisa ditempuh sehari perjalanan hanya terdiri dari 25 KK. Jumlah seperti ini termasuk sangat kecil dibandingkan dengan wilayah paroki lainnnya di Keuskupan Agung Kupang.

Kehadiran seorang Pastor rekanan di sini tentu saja diharapkan bisa memberikan pelayanan pastoral secara memadai kepada umat di sana.